Khairulorama- Life and work notes

Pain is the predecessor of success.

Tasawuf moden dalam erti kata M.Nasir – Bila Rumi Menari

with 7 comments

Bila Rumi Menari

Kalau sebelum ini ada juga saya cuba memberi maksud dan interpretasi kepada lagu Langgam Pak Dogo , kali ini cuba lihat lagu Bila rumi menari.  Lagu aku rasa jauh lebih mudah kalau anda mendengar liriknya. M.Nasir mungkin telah mempelajari ilmu-ilmu ahli tasawuf dan cuba menyampaikan dalam ertikata berseni. Mungkin anda tertanya apa itu itu ilmu tasawuf? Buku yang paling mudah adalah tasawuf kontemporari oleh Ustaz Mohd. Nizam Abd Kadir.

Kita menari bukan sebarang tarian
Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
Bila terdengar masnawi ciptaan maulana
Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan

Hingga hilang bangga diri
Berani hidup berani mati
Bagai musafir bertemu janji
Ini Darwis sudah gila berahi

Kita tak rindu pada siasah dunia
Perangkapnya membuat manusia hampa
Untuk bertemu impian bukan percuma
Mengorbankan yang tersangat kita cinta

Bagai Yunus dimakan paus
Ibrahim tak makan api
Bertemu kekasih di malam kudus
Luka di badan tak terasa lagi
Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana
Aku mabuk hakiki mendengar suaramu

( 1 )
Sayang… pada mereka yang tak mengerti
Sayang… pada hati tertutup mati
Bagai sangkar tanpa penghuni
Burung berharga terlepas lari

( 2 )
Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan yang dikasihi

( 3 )
Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan kekasih

Rangkap pertama

Anda mungkin tidak setuju? Ini yang dapat saya difahami, kita menari bukan sebarang tarian. Ini amat bermakna, Kata Imam Ghazali kita tidak dihidupkan secara sia-sia. Asal nya dari tanah orang-orang pilihan, mungkin bermaksud hidup ini perlulah mencontohi nabi-nabi dahulu. Bila terdengar masnawi maksudnya, bila terdengar nasihat dari guru, Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan, cuba untuk menghilangkan sifat-sifat mazmumah. Mendalamkan lagu ini?

Rangkap kedua

Hingga hilang bangga diri, mungkin bermaksud berjaya menghilangkan rasa takbur dalam hati, berani hidup berani mati, ini adalah kontrak dengan tuhan ketika kita berjanji dengan Allah di Lauh Mahfuz dahulu, Bagai musafir bertemu janji mungkin bermaksud, sesudah jauh berjalan dalam kepenatan mungkin apabila tercapai cita terasa lega, Ini Darwis sudah gila berahi, mungkin bermaksud manusia-manusia yang berpegang kepada konsep Darwinism sudah tercilap cinta iaitu cinta materialistik.

Rangkap ketiga

Kita tak rindu pada siasah dunia, mungkin bermaksud kita tidak mencintakan dunia ini semata-mata. Perangkapnya membuat manusia hampa bermaksud mengejar dunia ini tidak bermaksud apa-apa tetapi perjalanan masih lagi jauh. , Untuk bertemu impian bukan percuma, untuk berjumpa Tuhan bukan nya free. Mengorbankan yang tersangat kita cinta iaitu mengorbankan kepentingan diri sendiri serta menyerahkan diri kepada Tuhan Rabul alamin.

Rangkap keempat

Bagai Yunus dimakan paus, anda kena fahami cerita nabi Yunus ini.  Ibrahim tak makan api, menunjukkan pengorbanan yang diperlukan untuk bertemu Tuhan, Bertemu kekasih di malam kudus, maksudnya bertahajjud dan bermunajat kepada tiada siapa, Luka di badan tak terasa lagi, ini kisah Nabi Isa, Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana bermaksud asyik membaca kitab Al-quran, Aku mabuk hakiki mendengar suaramu ini bermaksud mabuk hakiki, mencari maksud dan memahami Kalamullah.

Rangkap kelima

Sayang… pada mereka yang tak mengerti, ini bermaksud kesian kepada yang bukan umat Muhammad, Sayang… pada hati tertutup mati, kasihani orang yang tidak dapat hidayah, Bagai sangkar tanpa penghuni maksudnya hidup tidak bererti,  Burung berharga terlepas lari, roh Islami tidak dijaga dalam badan ini.

Rangkap seterusnya bermaksud hati yang sentiasa rindu kepada Allah hu Rabul alamin.

Komen anda?

Bacaan lain sekadar riyadah..

1. Tariqat M.Nasir dalam lagu Laggam Pak Dogo

2. Di Balik Cermin mimpi dan Impian seorang Nelayan 

Written by khairulorama

October 4, 2011 at 9:18 pm

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. SALAM SAUDARA…
    SAUDARA BOLEH REVIEW LAGU INSAN DAN MANIKAM ..
    PUN ADA MAKSUD YANG TERSIRAT DI DALAM LAGU BERKAITAN DENGAN ILMU HAKIKAT ..

    NISSA

    October 28, 2011 at 10:40 am

  2. Darwis bukan darwinism tetapi dervish bahasa inggeris yang bermakna orang yang megamalkan kehidupan ketuhanan yang tidak lihat lagi segala kenafsuan dan kebendaan. Lirik nya yang betul, ini darwis sudang hilang birahi.

    Mohamed Ismail

    August 13, 2013 at 8:46 pm

  3. Assalamualaikum,
    Kebanyakan lagu nyanyian M Nasir, biasanya yg ditulis oleh S Amin Shahab dan Arwah Loloq memang menarik utk dikaji, indah bahasanya, cantik kiasannya..
    Kupasan yg menarik oleh saudara, tp saudara mungkin boleh rujuk cerita2 Mawlana Jalaluddin Rumi, berserta Masnavi/Masnawi tulisannya..kaji pasal Dervish/Darwis dan tarian mereka..mungkin dapat membantu utk lg faham..insha Allah
    Apa2 pun, terima kasih dan tahniah atas perkongsian saudara.

    Hafiz

    July 30, 2016 at 1:54 pm

  4. assalammualaikum..
    saya dari indonesia. kagum sekali dgn syair milik tuan M.Nasir. semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah Taala.Amiin.
    adapun sikit tambahan mengenai “membuka tabir” maksud syair bila rumi menari lebih pada rasa Hakikat, dimana banyak petuah-petuah rahasia yang rasanya sulit diungkapkan terkecuali hanya bisa dirasakan..
    sikit al faqir boleh menambahkan ditulisan tuan..
    Kita menari bukan sebarang tarian
    Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
    Bila terdengar masnawi ciptaan maulana
    Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan
    * Maulana Jalaluddin Al Rumy seorang Ulama Islam cemerlang dimasanya, sejak usia dini beliau sudah mengaji kepada beberapa guru termasuk ayahandanya Syekh Bahauddin, beliau ulama pakar Hadist, hafal Quran dan mumpuni dibidang Tasawwuf. termasuk Karomah beliau adalah berjuta2 buku puisi dan matsnawinya terkenal sampai saat ini bahkan hingga dibelahan eropa, puisi2 nya selalu dikutip oleh segala manusia dengan latar belakang agama,ras, suku yang berbeda-beda.
    Tarian yang dimaksud adalah cara atau jalan (cara dan jalan ini dalam bahasa inggris disebut Method sedangkan dalam bahasa Arab disebut Thoriqah) untuk mengenal Allah Taala. Tarian ini memang bukan sembarang, karena orang awam tak kan mampu melakukan putaran terus menerus yang biasanya dilakukan hingga 30 menit.
    seseorang harus dibaiyat /Talqin Dzikir terlebih dahulu oleh Guru pembimbing atau biasa disebut Mursyid/Maulana/Peer/Rabbi/Syekh untuk masuk menjadi Murid/saliik yang ingin turut mengikuti jalan-jalan kerohanian seperti orang2 terdahulu di Thoriqah yang diambilnya. Thoriqah Rumy disebut Thoriqah Mauliyyah. ini bukan mahzab atau aliran. ini adalah jalan atau Riyadhoh yang telah diuji keberhasilannya oleh para Ulama zaman dahulu kala untuk membentuk karakter yang baik sesuai dengan Quran dan Assunnah hingga mencapai maqom Wushul ilaLLAH sampai kepada Allah Taala.
    Dalam Tarian berputar atau Whirling Dervish haruslah meniadakan dirinya dan hanya terfokus kepada Allah. dalam segi pakaiannya pun dibentuk layaknya kita bak Mayit yang tiada daya dan upaya, seperti yang terdapat dalam FirmanNya : Sesungguhnya bukan engkau yang melempar wahai Muhammad. cerminan ini digambarkan dengan simbol pada pakaian dimana topi yang memanjang adalah Nisan/tugu sebagai tanda makam dan baju yang putih adalah pakaian kafan. putaran pada tarian bergerak ke arah kanan melawan arah jarum jam senada dengan putaran-putaran alam semesta seperti atom, Galaxy milky way/bimasakti, Tawaf Ka’bah, putaran angin, dsb yang mungkin menginsyarahkan bahwa sebenarnya Semesta ini Berzikir mengingat Allah dalam satu kompisisi yang teratur, harmonis, dan patuh dari mulai tercipta hingga hari kiamat. putaran melawan jarum jam ini menghasilkan sebuah energi magnetis menembus angkasa perkasa..
    Seperti yang dijelaskan pada Hakikat Tarian dan pakaian tersebut, otomatis akan meniadakan Nafs/Diri/Ego/Keakuan yang merupakan sentral dari pendidikan manusia di bumi ini. senada dengan sabda Nabi SAW : Jihad yang paling besar adalah Jihad kepada diri sendiri. lalu sabda Beliau SAW : musuhmu adalah apa yang ada dibawah tulang rusukmu.

    Hingga hilang bangga diri
    Berani hidup berani mati
    Bagai musafir bertemu janji
    Ini Darwis sudah gila berahi

    Bentuk dari sebuah pendidikan Thoriqah adalah bagaimana seorang dapat menyingkirkan Nafs yang merusak seperti Nafs Amarah dimana bagian2nya antara lain Ujub, Takabur, Riyak, Sum’ah, Ghodob dan Lawammah sifat yang menyesal menjadi Nafs yang di redhoi oleh Allah Taala seperti Nafs Muthmainnah, Mardiyyah, dsb.
    Thoriqah juga mencetak Manusia-Manusia Islam yang sehat Ruhaninya dan diajarkan bagaimana mengenal mati sebelum mati (Mutu Qablaan Tamuttu) sehingga tiada tertipu akan Dunia dan senantiasa mengingat kampung akhirat, karena sesungguhnya kita adalah Makhluk spiritual yang terjebak dalam Jasad bukan sebaliknya Manusia Materi yang mencari Spiritual.
    Salah Satu Doa Niatan para penempuh jalan Spiritual adalah Illahi anta Maqshudi Waridhoka Matlubi. ‘atinii Mahabbataka Wa Ma’rifataka artinya Tuhanku hanya Engkaulah yang kumaksud dan Keredhoanmu yang kutuju. Karuniakan kepadaku Rasa Cinta dan Pengenalan kepadaMu..
    bisa dibayangkan Rasa Cinta adalah sebuah karunia yang tak terhingga untuk bisa dapat mengenalNya sehingga sang Salik /murid sangat menanti2 Dirinya bisa berhadap2an Langsung kepada Sang Pencipta yang dirindui. dalam hal ini salik bukannya tak ingin kenikmatan Syurga, namun terdapat pergeseran kesadaran dan pemahaman bahwa bertemu Allah Sang Pencipta adalah lebih utama ketimbang yang lainnya. ini bukanlah sebuah ungkapan kesombongan akan sebuah target prestasi yang dicapai melainkan pemberian karunia kesadaran dan pemahaman yang diberikan oleh Allah Taala, tentunya karunia ini berbeda-beda ditiap orang dan tidak ada yang salah dengan semua itu.
    orang-orang yang ingin mencapai kenal dan melihatNya adalah seperti penjelasan dalam Sabda Nabi SAW : sahabat bertanya ya Rasulullah apakah diakhirat nanti kami dapat melihat Allah? Rasulullah SAW menjawab penuh lembut, Iya. Kamu akan melihat sebagaimana kau melihat bulan Purnama itu..

    Kita tak rindu pada siasah dunia
    Perangkapnya membuat manusia hampa
    Untuk bertemu impian bukan percuma
    Mengorbankan yang tersangat kita cinta

    pendidikan Thoriqah adalah bagaimana merubah seseorang yang dulunya berjalan mengejar Materi menjadi berjalan seirama dengan kehendakNya, banyak contohnya seperti Abunawas, Ibrahim Adhan, Faruddin Atthar, Jalaluddin Al Rumy dan Sayyidah Rabiyah. merekalah Manusia yang pernah merasakan Hampa, gelisah, dan kesepian dalam jiwanya karena asyik terjebak dalam siasat dunia yang membuat terlena dan terlupa. hingga suatu saat Allah Taala menarik mereka untuk mendekat kepadaNya dan dirasakan ketenangan dan kenikmatan didalam Jiwanya.
    perjalanan menujuNya bukan jauh karena terhitung jarak, karena Maha Suci Dia yang tidak terjebak oleh Ruang serta Waktu yg merupakan ciptaannya.
    perjalanan kepadaNya adalah perjalanan kedalam Qalbu dan menembus diri mulai dari alam Mulki (dada), Malakut (Qalbu), Jabarut (Fuad), dan Lahut (Sirr/Rahasia).
    mencapai Wushul kepada Allah diperlukan kedisiplinan untuk senantiasa memperbaiki dan membuang berhala-hala dalam diri lewat zikir dan Ibadah wajib maupun Sunnah sehingga tidak ada sedikit dalam Qalbunya cinta, harap dan takut selain kepadaNya. Kecuali memang ada orang2 yang diangkat langsung oleh Allah Taala atas barokah karomah Mursyidnya langsung dapat mengenal Allah Taala. kenali istilah ini sebagai Tanahlul dan Tanazzul.
    Salik Jatuh bangun menuju TuhanNya dan tak pernah menganggap bahwa Ibadahnya adalah jaminan kenaikan dirinya (Maqom Spiritual/Station) salik akan berhati2 bisa jadi justru ibadah yang dilakukakannya merupakan jebakan apakah dirinya merasa yang kuasa atau kah ini merupakan karunia daripadaNya?.
    ilmu Thoriqah ini bukan hanya dimiliki orang khusus/Khowash saja, seluruh manusia yang bersyahadat Tuhannya hanya Allah Taala dan Muhammad adalah Nabinya harus dapat mengikuti jalan ini karena memang berisi pentingnya seorang mukmin berperang melawan Nafs dan senantiasa membersihkan Qalbunya dari selain kepadaNya.
    senada dengan pernyataan salah satu Imam Fiqh yang terkenal: barang siapa yang belajar Fiqh tanpa Tasawwuf maka sesungguhnya dia Fasiq dan siapa yang belajar Tasawwuf tanpa Fiqh sesungguhnya dia lah Zindiq. ambilah keduanya itu..

    Bagai Yunus dimakan paus
    Ibrahim tak makan api
    Bertemu kekasih di malam kudus
    Luka di badan tak terasa lagi
    Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana
    Aku mabuk hakiki mendengar suaramu

    seorang Sufi terkenal dapat menyembunyikan pesan dan kesan pengalaman spiritualnya kepada khalayak ramai. bukannya ingin dikate sebagai orang yang penuh mistik atau rahasia bak aktor Rangga dalam Ada apa dengan Cinta😉 namun terlebih rasa sayang kepada manusia lainnya yang belum mencapai pengetahuannya khawatir bila diungkapkan akan timbul menjadi Fitnah dan mencipta keributan. karena manusia adalah makhluk simbol dan pandai menggunakan perumpamaan pada sebuah pengalaman yang sulit dijangkau oleh otak namun dapat ditangkap oleh Rasa Qalbu.
    bukankah Allah berfirman dalam hadist Qudsi : Sesungguhnya AKU tidak dapat ditampung oleh Alam semesta ini terkecuali pada Qalbu hamba-hambaKu yang beriman.
    Aku adalah harta Qarun yang tersembunyi, Aku ciptakan Makhluk adalah untuk mengenalku..

    bagai Yunus dimakan Paus adalah penggambaran seseorang yang melakukan Suluk/Kholwat kepada Allah untuk mengharap Redho dan keampunanNya dan dilakukan secara sembunyi jauh dari keramaian agar ibadahnya tersebut tidak menganggu orang lain. banyak mengintropeksi diri bertaubat kesalahan dan bukan justru menyalah-nyalahkan seperti laksana Kisah Yunus AS yang marah dan pergi meninggalkan umatnya. lalu ternyata dimakan oleh ikan Nun, Nabi Yunus As senantiasa berdoa dan berzikir kepada Allah Taala diperut ikan dengan doa yang terkenal dan banyak dihapal oleh masyarakat, yang sebagian artinya : Mahasuci Engkau sesungguhnya aku ini yang Dzalim ..

    masih banyak lagi yang hendak disampaikan. namun saya merasa tak hormat bila menulis terlalu banyak di post milik saudara..
    terima kasih atas pencerahannya yang menularkan saya ikut berkontribusi..
    Al Faqir yang tahu sekedar Teori
    namun Jauh dalam amaliyahnya..
    Wassalammualaikum..

    ajat

    August 20, 2016 at 1:53 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: