Khairulorama- Life and work notes

Pain is the predecessor of success.

Cerita Abu Hurairah bercakap dengan Syaitan!

leave a comment »

Hadis Sahih Bukhari Jilid 2. Hadis Nombor 1122.

Dari Abu Hurairah r.a., “Rasulullah saw. menugaskan daku untuk menjaga Zakat Ramadhan (Zakat Fitrah).

Kemudian datang seseorang kepada ku, maka diambilnya segenggam makanan, dan orang itu dapat ku tangkap. Lalu aku berkata kepadanya, “Nanti ku adukan engkau kepada Rasulullah saw.” Katanya, “Saya perlu, kerana saya mempunyai keluarga dan keperluan yang amat sangat.” Kata Abu Hurairah, “Kerana itu, saya biarkan saja orang itu.”

Esok pagi Nabi saw. bersabda, “Hal, Abu Hurairah! Apakah yang diperbuat tawanan mu malam tadi?” Jawab ku, “Ya, Rasulullah! Ia mengatakan sangat perlu, kerana mempunyai keluarga. Maka saya merasa kasihan, lalu saya biarkan saja dia.”

Sabda Nabi, “Sebenarnya dia dusta kepada mu dan ia akan kembali.” Saya yakin bahawa ia akan kembali kerana pemberitahuan Rasulullah saw. itu. Lalu saya intip dia. Memang benar, orang itu datang lagi lalu diambilnya segenggam makanan, dan terus saya tangkap. Kataku, “Nanti ku adukan engkau kepada Rasulullah saw.” Katanya, “Biarkanlah saya, kerana saya sangat perlu dan mempunyai keluarga.

Sesudah ini tidak akan saya ulangi lagi.” Saya pun merasa kasihan, lalu saya biarkan dia. Pagi-pagi Rasulullah saw. bersabda pada ku, “Hai, Abu Hurairah! Apakah yang diperbuat tawanan mu malam tadi?” Jawab ku, “Ya, Rasulullah! Ia mengatakan sangat perlu dan berkeluarga. Aku merasa kasihan kepadanya, lalu ku biarkan saja dia.” Sabda beliau, “Sebenarnya ia dusta kepada mu, dan ia bakal kembali.”

Saya intip dia untuk ketiga kalinya. Memang benar, ia pun datang lalu diambilnya segenggam makanan, lantas saya tangkap, seraya berkata. “Engkau mesti saya adukan kepada Rasulullah saw.

Inilah yang ketiga kalinya engkau mengatakan tidak akan kembali, tetapi nyatanya engkau kembali juga.” Katanya, “Lepaskanlah aku, nanti ku ajarkan kepada mu kalimah-kalimah yang diberi manfaat oleh Allah kepada mu, apabila engkau membaca kalimah itu.”

Kataku, “Apakah kalimah itu?” Jawabnya, “Apabila engkau hendak tidur, bacalah ayat Kursi: Allaahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum, (Al Baqarah, 2 : 255) hingga sampai akhir ayat. Maka engkau sentiasa dalam pemeliharaan Allah, sedangkan syaitan tidak akan berkati mu sampai pagi.”

Setelah itu saya biarkan dia. Pagi Rasulullah saw. bersabda kepada ku, “Apa yang diperbuat tawanan mu tadi?” Kataku, “Ya, Rasulullah! Dia ajarkan kepada ku beberapa kalimah katanya diberi manfaat oleh Allah apabila seseorang membacanya. Kerana itu ku biarkan dia.” Sabda beliau, “Apakah kalimah itu?” ,

Jawab ku, “Ia mengatakan kepada ku, apabila engkau hendak tidur, bacalah ayat kursi dari awal sampai akhir. Yakni. Allaahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum.(hingga akhirnya). Katanya kepada ku: Engkau akan sentiasa, dalam pemeliharaan Allah, dan syaitan tidak akan mendekati mu sampai pagi.”

Dan biasanya para sahabat itu sangat, mengingini kebaikan.

Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya ia telah benar kepada mu. Padahal ia sangat pendusta. Tahukah engkau, dengan siapa engkau bercakap-cakap selama tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” Jawab Abu Hurairah, “Tidak!” Sabda beliau. “Itulah syaitan!”

 

 

Kalau aku takut masa oncall, aku akan baca ayat kursi supaya Allah mempertahankan aku dari bala bencana!

Hasbuna Allah!

Written by khairulorama

May 15, 2013 at 6:43 am

Posted in Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: